• Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • TNI / POLRI
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • TNI / POLRI
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
Search
Close
Home Daerah

Sejarah dan Asal-usul Cirebon, Wilayah yang Didirikan oleh Keturunan Prabu Siliwangi

Media Teropong Indonesia by Media Teropong Indonesia
12 September 2023
in Daerah, Peristiwa, Sosial Budaya
0
Sejarah dan Asal-usul Cirebon, Wilayah yang Didirikan oleh Keturunan Prabu Siliwangi
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Cirebon memiliki sejarah yang menarik untuk diulas. Salah satu kota yang ada di Provinsi Jawa Barat ini memiliki peninggalan Kerajaan Cirebon berupa keraton hingga kereta kencana.

Cirebon juga memiliki julukan Kota Udang. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, tepatnya dengan Kabupaten Brebes. Selain punya sejarah yang menarik diketahui, asal usul nama Cirebon juga punya sangkut paut dengan sejarah yang dimiliki.

Asal-usul Cirebon

BacaJuga

Kejuaraan Gateball Piala Kacabdindik Jombang 2026 Resmi di Tutup

Pemkab Jombang melalui Dinas Perhubungan Berangkatkan Arus Balik Gratis 2026

Berdasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, asal-usul nama Cirebon berasal dari kata sarumban. Disebutkan bahwa dulunya wilayah Cirebon merupakan dusun kecil yang didirikan Ki Gedeng Tapa. Seiring berjalannya waktu, tempat itu terus berkembang menjadi wilayah luas.

Desa tersebut akhirnya diberi nama Caruban, berasal dari kata carub yang dalam bahasa Cirebon berarti bersatu. Nama itu diberikan sebab banyaknya para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, latar belakang dan mata pencaharian yang berbeda, tinggal di wilayah tersebut.

Lama kelamaan pelafalan Caruban ini kemudian berganti menjadi Cerbon. Hal itu tak lepas dari mata pencaharian masyarakatnya. Pada waktu itu masyarakat di sana kebanyakan berprofesi sebagai nelayan yang kerap menangkap udang kecil untuk dijadikan terasi. Dari situlah akhirnya tercipta nama “Cirebon” yang berasal dari Cai (air) dan Rebon (udang rebon). Hingga saat ini nama tersebut masih digunakan.

Sejarah Cirebon

Berbicara tentang sejarah Cirebon, tak akan lepas dari sosok Raden Walangsungsang (pangeran Cakra Buana) yang merupakan keturunan dari kerajaan Pajajaran.

Pangeran Cakrabuana adalah putera pertama dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dengan istri pertamanya yang bernama Subanglarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Sebagai putra sulung, seharusnya Pangeran Cakrabuana berhak mendapat tahta kerajaan Pajajaran.

Namun karena dia memeluk Agama Islam yang diturunkan oleh ibunya, posisi sebagai putra mahkota akhirnya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa. Pangeran Walangsungsang akhirnya membuat sebuah pedukuhan di daerah Kebon Pesisir, untuk membentuk pemerintahan di Cirebon pada tahun 1430 M. Sebab inilah yang membuat Pangeran Walangsungsang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon.

Setelah itu, beberapa sultan atau penguasa di wilayah tersebut mulai muncul. Dimulai dari masa kepemimpinan H. Abdullah Iman atau Pangeran Cakrabuwana.

Kemudian, Tumenggung Syarif Hidayatullah, Pangeran Karim, dan Pangeran Wangsakerta. Hingga pada tahun 1677 Cirebon mulai terbagi, Pangeran Martawijaya dinobatkan sebagai Sultan Sepuh bergelar Sultan Raja Syamsuddin, Pangeran Kertawijaya sebagai Sultan Anom bergelar Sultan Muhammad Badriddin.

Sultan Sepuh menempati Kraton Pakungwati dan Sultan Anom membangun kraton di bekas rumah Pangeran Cakrabuwana. Sedangkan Sultan Cerbon berkedudukan sebagai wakil Sultan Sepuh. Hingga sekarang ini di Cirebon dikenal terdapat tiga sultan yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Sultan Cirebon.

Keberadaan ketiga sultan juga ditandai dengan adanya keraton yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan.

[Sumber : https://daerah.sindonews.com/read/1197001/701/sejarah-dan-asal-usul-cirebon-wilayah-yang-didirikan-oleh-keturunan-prabu-siliwangi-1694232598]

BeritaTerkait

Kejuaraan Gateball Piala Kacabdindik Jombang 2026 Resmi di Tutup
Daerah

Kejuaraan Gateball Piala Kacabdindik Jombang 2026 Resmi di Tutup

23 April 2026
Pemkab Jombang melalui Dinas Perhubungan Berangkatkan Arus Balik Gratis 2026
Daerah

Pemkab Jombang melalui Dinas Perhubungan Berangkatkan Arus Balik Gratis 2026

26 Maret 2026
Ribuan Wisatawan Serbu DTW Tanah Lot, Saat Libur Lebaran dan Nyepi
Daerah

Ribuan Wisatawan Serbu DTW Tanah Lot, Saat Libur Lebaran dan Nyepi

23 Maret 2026
Ribuan Pemedek ikuti Upacara Melasti Desa Adat Beraban Ke Pantai Tanah Lot
Daerah

Ribuan Pemedek ikuti Upacara Melasti Desa Adat Beraban Ke Pantai Tanah Lot

17 Maret 2026
Ringankan Beban Masyarakat, Pemkab Jombang Salurkan 2.495 Bansos PPKS dan PSKS di Lapangan Pemkab Jombang
Daerah

Ringankan Beban Masyarakat, Pemkab Jombang Salurkan 2.495 Bansos PPKS dan PSKS di Lapangan Pemkab Jombang

16 Maret 2026
BPKAD Bersama BPN Jombang Percepat Proses Sertifikasi Tanah Pemerintah
Daerah

BPKAD Bersama BPN Jombang Percepat Proses Sertifikasi Tanah Pemerintah

7 Maret 2026
Next Post
5 Perbedaan Cirebon dan Caruban, 2 Kota yang Beda Lokasi

5 Perbedaan Cirebon dan Caruban, 2 Kota yang Beda Lokasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Ada Apa? Enpat Puluh Empat desa di Tanimbar belum lakukan Evaluasi Ranperdes APBDesa!

    Ada Apa? Enpat Puluh Empat desa di Tanimbar belum lakukan Evaluasi Ranperdes APBDesa!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TAMBANG GALIAN C ILLEGAL ” KALI PUTEH GUNUNG GEDANG BLITAR , KEBAL HUKUM,,,, PULUHAN UNIT ALAT BERAT OSCAVATOR BEROPERASI MEMBABI BUTA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dianggap tidak layak, Ratusan orang tua murid SD Negri satu Saumlaki, minta relokasi Pembangunan Gedung Sekolah yang Baru”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria Meninggal Dunia  Saat Melaksanakan Sholat Ashar Berjamaah Dalam Posisi Bersujud.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LSM GPI, Gerakan Pembaharuan Indonesia  Blitar ,  Memintak APH tindak tegas Penambangan  Pasir ILLEGAL , Gunung Gedang Kali Puteh 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kades Watugede Kecamatan Puncu Kediri ” Irwantoro , Alergi ,  Wartawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAMSAT TULUNGAGUNG DI DUGA LEGALKAN PUNGLI,   KAPOLRES , KASAT LANTAS  KEMANA…..???

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Ikuti Sosial Media Kami

Telusuri

  • Home
  • Nasional
  • Pendidikan
  • TNI / Polri
  • Politik

Menu

  • Daerah
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
  • Redaksi

Kontak

  • Kontak : WA  081357076646
  • Email : mediateropongindonesia@gmail.com
  • Alamat : Jln. Gereja Desa Tiru Lor - Sentul RT/RW 03/02, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Copyright © 2023 Media Teropong Indonesia