• Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • TNI / POLRI
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • TNI / POLRI
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
Search
Close
Home Daerah

Sejarah dan Asal-usul Cirebon, Wilayah yang Didirikan oleh Keturunan Prabu Siliwangi

Media Teropong Indonesia by Media Teropong Indonesia
12 September 2023
in Daerah, Peristiwa, Sosial Budaya
0
Sejarah dan Asal-usul Cirebon, Wilayah yang Didirikan oleh Keturunan Prabu Siliwangi
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Cirebon memiliki sejarah yang menarik untuk diulas. Salah satu kota yang ada di Provinsi Jawa Barat ini memiliki peninggalan Kerajaan Cirebon berupa keraton hingga kereta kencana.

Cirebon juga memiliki julukan Kota Udang. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, tepatnya dengan Kabupaten Brebes. Selain punya sejarah yang menarik diketahui, asal usul nama Cirebon juga punya sangkut paut dengan sejarah yang dimiliki.

Asal-usul Cirebon

BacaJuga

Mahasiswa KKN-PPM Desa Tegalbadeng Timur UNUD Sukses Akselerasi Digitalisasi, Pariwisata Berkelanjutan Ketahanan Sosial dan Kesehatan Dini di Desa Tegalbadeng Timur

Pastikan Muktamar ke-35 NU Lancar, Dishub Jombang Disiagakan Di Berbagai Titik

Berdasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, asal-usul nama Cirebon berasal dari kata sarumban. Disebutkan bahwa dulunya wilayah Cirebon merupakan dusun kecil yang didirikan Ki Gedeng Tapa. Seiring berjalannya waktu, tempat itu terus berkembang menjadi wilayah luas.

Desa tersebut akhirnya diberi nama Caruban, berasal dari kata carub yang dalam bahasa Cirebon berarti bersatu. Nama itu diberikan sebab banyaknya para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, latar belakang dan mata pencaharian yang berbeda, tinggal di wilayah tersebut.

Lama kelamaan pelafalan Caruban ini kemudian berganti menjadi Cerbon. Hal itu tak lepas dari mata pencaharian masyarakatnya. Pada waktu itu masyarakat di sana kebanyakan berprofesi sebagai nelayan yang kerap menangkap udang kecil untuk dijadikan terasi. Dari situlah akhirnya tercipta nama “Cirebon” yang berasal dari Cai (air) dan Rebon (udang rebon). Hingga saat ini nama tersebut masih digunakan.

Sejarah Cirebon

Berbicara tentang sejarah Cirebon, tak akan lepas dari sosok Raden Walangsungsang (pangeran Cakra Buana) yang merupakan keturunan dari kerajaan Pajajaran.

Pangeran Cakrabuana adalah putera pertama dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dengan istri pertamanya yang bernama Subanglarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Sebagai putra sulung, seharusnya Pangeran Cakrabuana berhak mendapat tahta kerajaan Pajajaran.

Namun karena dia memeluk Agama Islam yang diturunkan oleh ibunya, posisi sebagai putra mahkota akhirnya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa. Pangeran Walangsungsang akhirnya membuat sebuah pedukuhan di daerah Kebon Pesisir, untuk membentuk pemerintahan di Cirebon pada tahun 1430 M. Sebab inilah yang membuat Pangeran Walangsungsang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon.

Setelah itu, beberapa sultan atau penguasa di wilayah tersebut mulai muncul. Dimulai dari masa kepemimpinan H. Abdullah Iman atau Pangeran Cakrabuwana.

Kemudian, Tumenggung Syarif Hidayatullah, Pangeran Karim, dan Pangeran Wangsakerta. Hingga pada tahun 1677 Cirebon mulai terbagi, Pangeran Martawijaya dinobatkan sebagai Sultan Sepuh bergelar Sultan Raja Syamsuddin, Pangeran Kertawijaya sebagai Sultan Anom bergelar Sultan Muhammad Badriddin.

Sultan Sepuh menempati Kraton Pakungwati dan Sultan Anom membangun kraton di bekas rumah Pangeran Cakrabuwana. Sedangkan Sultan Cerbon berkedudukan sebagai wakil Sultan Sepuh. Hingga sekarang ini di Cirebon dikenal terdapat tiga sultan yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Sultan Cirebon.

Keberadaan ketiga sultan juga ditandai dengan adanya keraton yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan.

[Sumber : https://daerah.sindonews.com/read/1197001/701/sejarah-dan-asal-usul-cirebon-wilayah-yang-didirikan-oleh-keturunan-prabu-siliwangi-1694232598]

BeritaTerkait

Mahasiswa KKN-PPM Desa Tegalbadeng Timur UNUD Sukses Akselerasi Digitalisasi, Pariwisata Berkelanjutan Ketahanan Sosial dan Kesehatan Dini di Desa Tegalbadeng Timur
Daerah

Mahasiswa KKN-PPM Desa Tegalbadeng Timur UNUD Sukses Akselerasi Digitalisasi, Pariwisata Berkelanjutan Ketahanan Sosial dan Kesehatan Dini di Desa Tegalbadeng Timur

29 Agustus 2026
Pastikan Muktamar ke-35 NU Lancar, Dishub Jombang Disiagakan Di Berbagai Titik
Daerah

Pastikan Muktamar ke-35 NU Lancar, Dishub Jombang Disiagakan Di Berbagai Titik

27 Agustus 2026
Bupati Jombang Pastikan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Siap Sukseskan Muktamar ke-35 NU
Daerah

Bupati Jombang Pastikan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Siap Sukseskan Muktamar ke-35 NU

24 Agustus 2026
KONTINGEN MA IHSANNIAT RAIH 20 PRESTASI DI LOMBA PHBN KECAMATAN NGORO  – JOMBANG _Dalam Rangka HUT RI ke-81_
Daerah

KONTINGEN MA IHSANNIAT RAIH 20 PRESTASI DI LOMBA PHBN KECAMATAN NGORO  – JOMBANG _Dalam Rangka HUT RI ke-81_

22 Agustus 2026
DPD JWI Tuba, Lampung Beserta Jajarannya Menyampaikan  Ucapan Selamat Ulang Tahun ke 20 , Prada Deyros Alvandra Rainda
Daerah

DPD JWI Tuba, Lampung Beserta Jajarannya Menyampaikan  Ucapan Selamat Ulang Tahun ke 20 , Prada Deyros Alvandra Rainda

18 Agustus 2026
Muktamar NU ke – 35 , GSN Bagikan Ratusan Becak Listrik Untuk Sarana Transportasi
Daerah

Muktamar NU ke – 35 , GSN Bagikan Ratusan Becak Listrik Untuk Sarana Transportasi

14 Agustus 2026
Next Post
5 Perbedaan Cirebon dan Caruban, 2 Kota yang Beda Lokasi

5 Perbedaan Cirebon dan Caruban, 2 Kota yang Beda Lokasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Ada Apa? Enpat Puluh Empat desa di Tanimbar belum lakukan Evaluasi Ranperdes APBDesa!

    Ada Apa? Enpat Puluh Empat desa di Tanimbar belum lakukan Evaluasi Ranperdes APBDesa!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TAMBANG GALIAN C ILLEGAL ” KALI PUTEH GUNUNG GEDANG BLITAR , KEBAL HUKUM,,,, PULUHAN UNIT ALAT BERAT OSCAVATOR BEROPERASI MEMBABI BUTA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dianggap tidak layak, Ratusan orang tua murid SD Negri satu Saumlaki, minta relokasi Pembangunan Gedung Sekolah yang Baru”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasatlantas Nganjuk Affandi Dwi Takdir Di Duga  Merusak Predikat Citra Terbaik Di Pelayanan Samsat Nganjuk 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria Meninggal Dunia  Saat Melaksanakan Sholat Ashar Berjamaah Dalam Posisi Bersujud.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LSM GPI, Gerakan Pembaharuan Indonesia  Blitar ,  Memintak APH tindak tegas Penambangan  Pasir ILLEGAL , Gunung Gedang Kali Puteh 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kades Watugede Kecamatan Puncu Kediri ” Irwantoro , Alergi ,  Wartawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Ikuti Sosial Media Kami

Telusuri

  • Home
  • Nasional
  • Pendidikan
  • TNI / Polri
  • Politik

Menu

  • Daerah
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
  • Redaksi

Kontak

  • Kontak : WA  081357076646
  • Email : mediateropongindonesia@gmail.com
  • Alamat : Jln. Gereja Desa Tiru Lor - Sentul RT/RW 03/02, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Copyright © 2023 Media Teropong Indonesia