• Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • TNI / POLRI
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • TNI / POLRI
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
Search
Close
Home Daerah

Mantan Pelaku Terorisme Bagikan Strategi Cegah Paham Radikal ke Pelajar SMA di Semarang

Media Teropong Indonesia by Media Teropong Indonesia
12 September 2023
in Daerah
0
Mantan Pelaku Terorisme Bagikan Strategi Cegah Paham Radikal ke Pelajar SMA di Semarang
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengurus Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) membagikan strategi untuk bisa mencegah paham radikal teror kepada anak-anak SMA di Kota Semarang. Yayasan yang anggotanya para mantan pelaku tindak pidana terorisme itu mengemukakan ada perubahan pola perekrutan dari era lama di 90-an ke masa sekarang yakni melalui media sosial.

“Jadi teroris itu butuh waktu, tidak mak bedunduk (tiba-tiba muncul),” kata Hadi Masykur alias Hamas, mantan pelaku tindak pidana terorisme dalam kegiatan bertema ‘Memperkuat Moderasi Beragama Menuju Generasi Handal Aset Bangsa’ di Kota Semarang, Selasa (12/9/2023).

Hamas ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri pada tahun 2020, 4 hari menjelang Hari Raya Idulfitri. Tahun lalu, tepatnya 15 September dia bebas setelah menjalani pidana terorisme. Dia dulu terlibat di kelompok ‘Neo’ Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Parawijayanto.

BacaJuga

DTW Tanah Lot Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat

Kejuaraan Gateball Piala Kacabdindik Jombang 2026 Resmi di Tutup

Saat penahanan dia sudah menyatakan ikrar setia NKRI. Setelah bebas, Hamas, salah satu nama sapaannya, aktif dalam berbagai kegiatan bersifat edukasi. Dia menceritakan, mulai terpapar sekira tahun 1992, di kampungnya ada pengajian Minggu pagi oleh mahasiswa.

Ketika itu dia masih kelas 2 SMP. Seiring berjalannya waktu, pengajian itu makin ekslusif hingga kerap diputarkan konflik di Bosnia dengan narasi kaum Muslim dibantai, jika pemuda tidak ambil tindakan tidak menutup kemungkinan nanti peristiwa itu juga akan terjadi di Indonesia.

Narasi itu ternyata membuatnya tergerak hingga bergabung ke kelompok eksklusif itu yang belakangan baru diketahui ternyata kelompok JI. Kelompok yang keberadaannya sudah dilarang di Indonesia dan bertanggung jawab atas sejumlah aksi pemboman di Indonesia.

“Saat saya ditahan di Rutan Cikeas, ternyata 30 persen narapidana terorisme di sana terpapar karena ‘Syaikh Google’ alias googling, jadi belajar agama tanpa guru, mereka hanya terikat jaringan internet, di Telegram atau WhastApp Grup. Berbeda dengan kami yang dulu memiliki jaringan yang konkrit,” jelasnya di depan para pelajar.

Dua pola itu, yakni pola pengajian bertemu langsung alias offline kemudian menjadi eksklusif dan pola terpapar melalui internet itu, kata Hamas, perlu menjadi kewaspadaan bersama.

“Kalau di internet menemukan yang berbau radikal, tanyakan kepada guru atau seseorang yang mengerti, jangan mudah men-share, tidak semua yang ada di media sosial, di YouTube itu betul,” lanjutnya seraya menanggapi pertanyaan dari Qori, siswi SMA N 1 Semarang, salah satu peserta yang hadir di ruangan.

Selain itu, titik balik yang membuat Hamas sadar adalah rasa ‘bersalah’ kepada ibu. Sebab, ketika tergelincir bergabung kelompok JI, hampir 20 tahun mengabaikan keluarganya termasuk ibu.

Saat ditangkap dan dipenjara itulah perenungan demi perenungan membuatnya mantap meninggalkan paham dan kelompok lamanya. “Apalagi saat ditangkap, ada seorang jenderal Densus 88 mendatangi saya, saat itu mata saya ditutup, beliau berbicara ‘seorang yang sukses tidak lepas dari ibu, harus berbakti kepada ibu’,” ceritanya sembari percaya prosesnya sampai hari ini, apalagi saat ditangkap dan bebas dengan proses yang relatif lancar tidak lepas dari doa ibunya.

Dia berpesan kepada para pelajar yang hadir untuk bisa belajar mengenai hal-hal itu, agar ke depan bisa menjadi agen-agen perdamaian, menyerukan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Ahmad Farid meminta semuanya berhati-hati sebab kerap ada provokasi dari kelompok tertentu yang menyebut “thagut” kepada pemerintah, artinya pemerintah dianggap tidak benar, melampaui batas sehingga tidak perlu diiikuti.

“Muara beragama itu ketentraman hidup. Perbedaan itu dibingkai keselarasan, jangan merasa paling benar. Di kajian-kajian tertentu memang yang dibidik usia pelajar ini, untuk disetting punya pemikiran hanya jihad jalan menuju khilafah,” bebernya yang juga narasumber pada kegiatan itu.

Pembina Yayasan Persadani sekaligus penyuluh dari Kemenag Kota Semarang Syarif Hidayatullah berharap dari pengalaman para mantan napiter itu bisa membantu pemerintah secara cepat untuk mencetak generasi muda yang moderat yang kelak menjadi para pemimpin negeri ini.

“Kegiatan ini sebagai bukti nyata bila para mantan napiter sudah pada tahap menggaungkan satu prioritas Kemenag yaitu pengoatan moderasi beragama dengan sasaran para pelajar SMA se-Kota Semarang,” katanya.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang Sapto Adi Sugihartono mengajak semuanya untuk terus mempelajari wawasan kebangsaan agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga di Indonesia. Pada kegiatan itu pelajar yang hadir dari SMA sederajat adalah mereka yang aktif di OSIS ataupun Rohis. Para guru pendampingnya juga ikut menjadi pesertanya.

[Sumber : https://daerah.sindonews.com/read/1199315/707/mantan-pelaku-terorisme-bagikan-strategi-cegah-paham-radikal-ke-pelajar-sma-di-semarang-1694502552/10]

BeritaTerkait

DTW Tanah Lot Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat
Daerah

DTW Tanah Lot Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat

1 Mei 2026
Kejuaraan Gateball Piala Kacabdindik Jombang 2026 Resmi di Tutup
Daerah

Kejuaraan Gateball Piala Kacabdindik Jombang 2026 Resmi di Tutup

23 April 2026
Pemkab Jombang melalui Dinas Perhubungan Berangkatkan Arus Balik Gratis 2026
Daerah

Pemkab Jombang melalui Dinas Perhubungan Berangkatkan Arus Balik Gratis 2026

26 Maret 2026
Ribuan Wisatawan Serbu DTW Tanah Lot, Saat Libur Lebaran dan Nyepi
Daerah

Ribuan Wisatawan Serbu DTW Tanah Lot, Saat Libur Lebaran dan Nyepi

23 Maret 2026
Ribuan Pemedek ikuti Upacara Melasti Desa Adat Beraban Ke Pantai Tanah Lot
Daerah

Ribuan Pemedek ikuti Upacara Melasti Desa Adat Beraban Ke Pantai Tanah Lot

17 Maret 2026
Ringankan Beban Masyarakat, Pemkab Jombang Salurkan 2.495 Bansos PPKS dan PSKS di Lapangan Pemkab Jombang
Daerah

Ringankan Beban Masyarakat, Pemkab Jombang Salurkan 2.495 Bansos PPKS dan PSKS di Lapangan Pemkab Jombang

16 Maret 2026
Next Post
Menaker Gandeng Oman Buat Pendidikan Vokasi hingga Cegah Perdagangan Orang

Menaker Gandeng Oman Buat Pendidikan Vokasi hingga Cegah Perdagangan Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Ada Apa? Enpat Puluh Empat desa di Tanimbar belum lakukan Evaluasi Ranperdes APBDesa!

    Ada Apa? Enpat Puluh Empat desa di Tanimbar belum lakukan Evaluasi Ranperdes APBDesa!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TAMBANG GALIAN C ILLEGAL ” KALI PUTEH GUNUNG GEDANG BLITAR , KEBAL HUKUM,,,, PULUHAN UNIT ALAT BERAT OSCAVATOR BEROPERASI MEMBABI BUTA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dianggap tidak layak, Ratusan orang tua murid SD Negri satu Saumlaki, minta relokasi Pembangunan Gedung Sekolah yang Baru”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria Meninggal Dunia  Saat Melaksanakan Sholat Ashar Berjamaah Dalam Posisi Bersujud.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LSM GPI, Gerakan Pembaharuan Indonesia  Blitar ,  Memintak APH tindak tegas Penambangan  Pasir ILLEGAL , Gunung Gedang Kali Puteh 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kades Watugede Kecamatan Puncu Kediri ” Irwantoro , Alergi ,  Wartawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAMSAT TULUNGAGUNG DI DUGA LEGALKAN PUNGLI,   KAPOLRES , KASAT LANTAS  KEMANA…..???

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Ikuti Sosial Media Kami

Telusuri

  • Home
  • Nasional
  • Pendidikan
  • TNI / Polri
  • Politik

Menu

  • Daerah
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
  • Redaksi

Kontak

  • Kontak : WA  081357076646
  • Email : mediateropongindonesia@gmail.com
  • Alamat : Jln. Gereja Desa Tiru Lor - Sentul RT/RW 03/02, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Copyright © 2023 Media Teropong Indonesia