JOMBANG – Pondok Pesantren Gadingmangu yang berlokasi di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar kegiatan pemberian santunan bagi ratusan anak yatim dan kaum duafa. Acara yang juga diisi dengan buka bersama (Bukber) dihadiri oleh Forkopimda, pejabat pemerintah, pihak desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Aula Pondok Pesantren Gadingmangu pada hari Rabu sore, 21 Maret 2026.
Pimpinan Pondok Pesantren Gadingmangu, H. Ali, dalam pidatonya menyampaikan bahwa memberikan santunan kepada anak yatim dan duafa merupakan amalan yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Tujuan utamanya adalah membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan mereka, sekaligus memberikan dukungan emosional bagi anak-anak yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tua.
“Santunan yang kami berikan dari Pondok Pesantren Gadingmangu dan pihak Merta ini adalah wujud penghormatan kepada anak yatim dan kaum duafa. Harapannya dapat meringankan beban hidup mereka, mengurangi kesusahan, serta menjadi bentuk teladan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” ucapnya.
Menurutnya, penyaluran bantuan ini dilakukan dengan penuh ikhlas dan tanggung jawab. Menyantuni anak yatim tidak hanya mendatangkan pahala besar, tetapi juga dipercaya sebagai jalan untuk membuka rejeki, menghilangkan kesulitan, dan mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW di akhirat kelak.
“Meskipun bisa dilakukan kapan saja, khususnya pada 10 Muharram atau hari Asyura yang dikenal sebagai lebaran anak yatim, momen ini menjadi waktu yang istimewa untuk saling berbagi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jombang yang diwakili oleh Asisten I Kabupaten Jombang, Drs. Purwanto M.K.P, menyatakan bahwa memberikan santunan kepada anak yatim adalah bentuk kasih sayang yang sesungguhnya kepada sesama manusia.
“Alhamdulillah, pada hari yang penuh berkah ini, Pondok Pesantren Gadingmangu bersama Forkopimda dan jajaran pemerintah dapat menghadiri acara pemberian santunan kepada anak yatim dan duafa di bulan suci Ramadhan ini,” ucap Asisten I.
Ia menambahkan bahwa senyum bahagia terlihat jelas pada setiap wajah anak yatim dan kaum duafa yang hadir. Setiap peserta menerima bingkisan serta uang saku dari pihak pondok pesantren.
“Kepala Daerah tidak dapat hadir secara langsung, oleh karena itu kami dari jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang yang mewakilinya. Sekali lagi saya ucapkan Alhamdulillah, pembagian santunan kali ini dapat dilakukan secara merata,” jelasnya.
Turut menghadiri acara dan memberikan tausiyah adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, KH. Ilham Rohim, S.Ag, M.HI. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa makna tirakat adalah membersihkan diri melalui ibadah puasa selama sebulan penuh.
“Tirakat juga menjadikan kita senantiasa ingin memberikan kebahagiaan bagi orang lain, baik saat berbuka puasa maupun pada hari kemenangan nanti saat Idul Fitri. Semua itu berawal dari kesungguhan kita menjalani tirakat,” ujarnya.
Dalam rukun Islam kelima, tambahnya, adalah ibadah haji yang wajib dilakukan bagi yang mampu. “Bagaimana cara kita bisa berangkat haji? Jawabannya adalah melalui tirakat. Itulah kunci agar kita mampu menjalankan tirakat dan kemudian dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik,” paparnya.
“Jika ada yang ingin menunaikan ibadah haji tahun ini dan berharap sukses, ada tiga hal yang perlu diperhatikan: melaksanakan kewajiban, menjalankan sunnah, dan mampu menahan diri dari emosi yang tidak baik. Itulah kunci sukses dalam menjalani ujian puasa maupun ibadah lainnya,” pungkasnya.
Pada bagian akhir acara, dilakukan penyerahan simbolis parcel dan amplop bantuan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia acara dari Pondok Pesantren Gadingmangu, jajaran pemerintah, Forkopimda, dan tokoh agama yang hadir. .(wisnu)








