• Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • TNI / POLRI
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • TNI / POLRI
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
Search
Close
Home Pendidikan

Aktualisasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) dalam Upaya Membangun Keadilan Sosial Ekonomi di Negeri Ini

Media Teropong Indonesia by Media Teropong Indonesia
27 Februari 2024
in Pendidikan
0
Aktualisasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) dalam Upaya Membangun Keadilan Sosial Ekonomi di Negeri Ini
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya. –  NDP singkatan dari Nilai Dasar Perjuangan. telah ditetapkan sebagai landasan nilai keislaman dan keindonesiaan di HMI.

Selain aspek ketuhanan, kealaman, dan kemanusiaan, dimensi keadilan sosial ekonomi juga menjadi salah satu elemen doktrin nilai perjuangan bagi anggota

HMI dalam konteks keislaman dan keindonesiaan.
Setiap kader HMI diwajibkan untuk memahami berbagai aspek nilai perjuangan yang disebutkan di atas.

BacaJuga

Ketua DPW JWI Provinsi Lampung Minta Kadisdikbud Tulang Bawang Tindak Tegas Oknum Kepala SMP Negeri 1 Menggala

SDN Lebuh Dalem Resmi Buka MPLS, Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan

Dimensi ketuhanan menjadi dasar utama yang menjadi pedoman, di atasnya dibangun nilai-nilai kemanusiaan. kealaman, dan keadilan sosial. Secara spesifik.

Nilai keadilan sosial ekonomi dalam HMI tidak didasarkan pada ideologi Kapitalisme yang individualistik atau Komunisme yang sosialis-utopis. Keadilan sosial ekonomi dalam perspektif Islam adalah keseimbangan antara dimensi individual dan sosial.

Dalam kerangka nilai Islam, semakin sescorang diberkahi dengan rezeki, semakin besar tanggung jawab sosialnya untuk berbagi
dengan fakir miskin.

Keadilan sosial ekonomi memiliki dampak pada penguatan aspek rohani setiap individu dalam masyarakat untuk memupuk sikap kedermawanan kepada sesama.

Kedermawanan individu ini akan memberikan dampak positif pada munculnya kesetiakawanan sosial yang pada gilirannya berkontribusi positif terhadap stabilitas keamanan dalam masyarakat.

Kesetiakawanan sosial ini diharapkan dapat menjamin terwujudnya pembangunan masyarakat yang berkelanjutan, yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Puncaknya adalah terwujudnya konsep baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Keadilan Sosial Ekonomi Dalam Konteks Keindonesian dan Keislaman Masa  Depan  Umat Islam di Indonesia, khususnya, dan rakyat Indonesia pada umumnya, memiliki alasan untuk merasa optimis mengingat perjalanan bangsa Indonesia telah mulai menunjukkan gambaran perbaikan dalam berbagai sektor.

Dalam sektor pendidikan, pemerintah telah mengambil tindakan untuk menertibkan ratusan kampus abal-abal. Proses akreditasi perguruan tinggi terus ditingkatkan, dan rasio antara dosen dan mahasiswa semakin mendekati kalkulasi yang rasional.

Di sektor kelautan, nelayan kecil merasa senang karena produksi kan meningkat, walaupun mash terdapat kelompok mafia ikan yang melakukan demo dan protes terhadap kebijakan populis Menteri Kelautan.

Pembangunan tol laut juga akan terus ditingkatkan, khususnya di wilayah Indonesia Timur, guna meningkatkan efisiensi perputaran ekonomi masyarakat.

Indonesia semakin menjadi destinasi wisata yang menarik bagi turis mancanegara, dengan Danau Toba di Sumatera Utara yang diharapkan menjadi semacam Monaco of Asia.
Dalam bidang olahraga dan seni, bulu tangkis mengalami kebangkitan, dan kehadiran Rio di ajang Formula 1, meskipun masih pada level 20-an, menjadi fenomena menarik di tengah 7
miliar penduduk dunia. Mafia sepakbola juga terbukti ada, ditandai dengan buronnya Ketua Umum PSSI. Industri musik di Indonesia tergolong sukses, dengan berbagai genre yang mendominasi.

Pemerintah terus mendorong ekonomi kreatif dalam dunia digital sebagai bagian dari upaya pengembangan.

Melihat tantangan di atas, lalu apa yang harus dilakukan oleh umat Islam
sebagai warga terbesar di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini?
Ada dua tema besar yang saat ini mendapatkan popularitas di kalangan umat Islam Indonesia, yaitu tema “Islam Nusantara” yang diperjuangkan oleh NU dan tema “Islam Yang Berkemajuan” yang diadvokasi oleh Muhammadiyah. Ketika membahas realitas umat Islam Indonesia, kita tidak bisa mengabaikan peran dua organisasi Islam terbesar, baik di Indonesia maupun di dunia Islam.

Tema “Islam Nusantara” secara sosio-kultural sebenarnya telah hadir di Indonesia selama berabad-abad, hanya saja perumusan metodologi keilmuannya baru-baru ini dimulai. Hal yang serupa juga terjadi dengan tema “Islam Berkemajuan”.

Peran Kementerian Agama Republik Indonesia melalui program ACIS (kini AICIS: Annual International Conference on Islamic Studies) dapat dianggap sebagai salah satu forum keilmuan yang secara bertahap merumuskan kedua tema besar tersebut, khususnya dalam konteks Islam di Indonesia, bukan Islam di Timur Tengah, Barat, India, Cina, Eropa, dan sebagainya.

Muhammadiyah dan NU juga mulai melibatkan diri dalam konteks internasional, seperti keterlibatan NU dalam program Deradikalisasi dan Muhammadiyah yang beralih dari jihad KONSTITUSI menuju jihad ADVOKASI, seperti kasus kematian Siyono yang menjadi awal dari jihad advokasi tersebut. NU, untuk memperkuat Islam Nusantara, fokus pada modernisasi pesantren dan peningkatan ekonomi umat.

Sementara itu, Muhammadiyah melakukan pemberdayaan umat melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan
Lazismuh. Pertumbuhan middle class muslim juga dianggap sebagai faktor yang mendukung kemakmuran umat.

Umat Islam Indonesia juga harus terus mendukung berbagai inisiatif lokal atau kearifan lokal, seperti gagasan-gagasan yang populer dan ide-ide berkelanjutan seperti mobil listrik, produksi massal mobil Esemka yang dijadwalkan pada bulan Juni, serta pengembangan sumber energi
terbarukan berbasis matahari, angin, air, dan sebagainya.

Inisiatif lokal lainnya, seperti TV Savira dan proyek sejenis, perlu diakomodasi oleh kementerian atau lembaga yang memiliki kewenangan

Penulis : Noralia Ulfa/Limbad

Tags: Aktualisasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) dalam Upaya Membangun Keadilan Sosial Ekonomi di Negeri Ini

BeritaTerkait

Ketua DPW JWI Provinsi Lampung Minta Kadisdikbud Tulang Bawang Tindak Tegas Oknum Kepala SMP Negeri 1 Menggala
Pendidikan

Ketua DPW JWI Provinsi Lampung Minta Kadisdikbud Tulang Bawang Tindak Tegas Oknum Kepala SMP Negeri 1 Menggala

21 Juli 2026
SDN Lebuh Dalem Resmi Buka MPLS, Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan
Pendidikan

SDN Lebuh Dalem Resmi Buka MPLS, Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan

18 Juli 2026
MIN 1 Tulang Bawang Resmi Buka MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah), Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan
Nasional

MIN 1 Tulang Bawang Resmi Buka MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah), Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan

16 Juli 2026
UD. LANCAR JAYA DESA BALUNG JERUK KECAMATAN KUNJANG KABUPATEN KEDIRI ‘ Mengucapkan “. Selamat Tahun Baru Islam  1448 Hijriah  ( 16 Juni 2026 )
Daerah

UD. LANCAR JAYA DESA BALUNG JERUK KECAMATAN KUNJANG KABUPATEN KEDIRI ‘ Mengucapkan “. Selamat Tahun Baru Islam  1448 Hijriah  ( 16 Juni 2026 )

30 Juni 2026
Semarak Penuh Haru, SMK Triyasa Surabaya Lepas 65 Purna Siswa di Kaza Mall: lebih dari 50% Lulusan Langsung Terserap Industri
Pendidikan

Semarak Penuh Haru, SMK Triyasa Surabaya Lepas 65 Purna Siswa di Kaza Mall: lebih dari 50% Lulusan Langsung Terserap Industri

25 Juni 2026
Mengintip Keseruan 102 Siswa SDN Sukorejo 1 Ngasem Jadi TNI Cilik’ di Markas Brigif 16 Wira Yudha
Pendidikan

Mengintip Keseruan 102 Siswa SDN Sukorejo 1 Ngasem Jadi TNI Cilik’ di Markas Brigif 16 Wira Yudha

18 Juni 2026
Next Post
Mantapkan Kesiapan Personil Pengamanan Pleno, Karendal Ops Res pimpin Apel Personil OMB Agung 2023-2024 Tahap Pungut Hitung

Mantapkan Kesiapan Personil Pengamanan Pleno, Karendal Ops Res pimpin Apel Personil OMB Agung 2023-2024 Tahap Pungut Hitung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Ada Apa? Enpat Puluh Empat desa di Tanimbar belum lakukan Evaluasi Ranperdes APBDesa!

    Ada Apa? Enpat Puluh Empat desa di Tanimbar belum lakukan Evaluasi Ranperdes APBDesa!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TAMBANG GALIAN C ILLEGAL ” KALI PUTEH GUNUNG GEDANG BLITAR , KEBAL HUKUM,,,, PULUHAN UNIT ALAT BERAT OSCAVATOR BEROPERASI MEMBABI BUTA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dianggap tidak layak, Ratusan orang tua murid SD Negri satu Saumlaki, minta relokasi Pembangunan Gedung Sekolah yang Baru”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasatlantas Nganjuk Affandi Dwi Takdir Di Duga  Merusak Predikat Citra Terbaik Di Pelayanan Samsat Nganjuk 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria Meninggal Dunia  Saat Melaksanakan Sholat Ashar Berjamaah Dalam Posisi Bersujud.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LSM GPI, Gerakan Pembaharuan Indonesia  Blitar ,  Memintak APH tindak tegas Penambangan  Pasir ILLEGAL , Gunung Gedang Kali Puteh 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kades Watugede Kecamatan Puncu Kediri ” Irwantoro , Alergi ,  Wartawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Ikuti Sosial Media Kami

Telusuri

  • Home
  • Nasional
  • Pendidikan
  • TNI / Polri
  • Politik

Menu

  • Daerah
  • Sosial Budaya
  • Peristiwa
  • TV Media
  • Redaksi

Kontak

  • Kontak : WA  081357076646
  • Email : mediateropongindonesia@gmail.com
  • Alamat : Jln. Gereja Desa Tiru Lor - Sentul RT/RW 03/02, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Copyright © 2023 Media Teropong Indonesia