KEDIRI KOTA – Dentuman pengeras suara menggelegar memecah malam di Dusun Pojok, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat malam, 26 Juni 2026. Di tengah keramaian kegiatan masyarakat cek sound itu, Kapolsek bersama perwira dan personel Polsek Tarokan hadir bukan semata menjaga kamtibmas yang kondusif, tetapi juga membawa pesan yang lebih penting : keselamatan masyarakat.
Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., memimpin langsung pengamanan giat masyarakat Cek Sound tersebut. Di sela-sela kegiatan, ia menyapa para pengunjung dan menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas secara persuasif.
“Kami mengimbau masyarakat yang datang bersama keluarga agar selalu mengawasi putra-putrinya. Jangan sampai terlepas dari pengawasan orang tua, terlebih di tengah keramaian,” kata AKP Priyo Hadistyo, Jumat (26/06).
Pada kesempatan itu, kapolsek juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak penggunaan sistem audio berkekuatan tinggi yang lazim digunakan dalam kegiatan sound horeg. Menurutnya, paparan suara dengan intensitas yang dapat melebihi 100 desibel berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila diterima terus-menerus, terutama bagi anak-anak.
“Suara yang terlalu keras bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan. Risiko seperti kerusakan gendang telinga, penurunan kemampuan pendengaran, hingga gangguan pada saluran pernapasan perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Mantan Kasat Samapta Polres Kediri Kota itu juga mengingatkan pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap barang-barang pribadi. Kendaraan, menurutnya, sebaiknya diparkir di lokasi yang aman guna menghindari tindak kriminalitas.
Selain menjaga keamanan fisik, AKP Priyo menyisipkan pesan sosial kepada masyarakat agar bersama-sama melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga putra-putri kita agar terhindar dari hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka. Pengawasan orang tua dan kepedulian lingkungan menjadi kunci,” tuturnya.
Pendekatan yang humanis itu menjadi bagian dari upaya Polsek Tarokan membangun kedekatan dengan masyarakat tanpa mengurangi fungsi pengamanan. Menurut perwira dengan tiga balok emas di pundaknya ini, Polisi hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang mengedukasi dan mengajak masyarakat menjaga keselamatan bersama.
Hingga kegiatan berakhir, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol selama pelaksanaan pengamanan. ( Yadi. )








